*Pentashih Mushaf Al-Qur'an Kemenag RI
Perdebatan tentang bahasa Al-Qur’an bukanlah isu pinggiran dalam khazanah keilmuan Islam klasik. Sejak masa-masa awal, telah muncul pertanyaan: apakah Al-Qur’an sepenuhnya berbahasa Arab, ataukah di dalamnya terdapat unsur-unsur non-Arab? Imam Asy-Syafi‘i (w. 204 H) tampil sebagai salah satu tokoh paling tegas dan sistematis dalam menjawab persoalan ini. Baginya, bahasa Arab bukan sekadar medium wahyu, melainkan kunci epistemologis untuk memahami agama itu sendiri. Pandangannya tentang bahasa Arab dan Al-Qur’an bukan hanya bersifat linguistik, tetapi juga teologis, metodologis, dan praktis.