Bekasi (PCNU Kota Bekasi) – Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kota Bekasi menyelenggarakan webinar bertema “Ramadan dan Ketahanan Keluarga” pada Jumat (13/3) melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan tokoh keagamaan untuk membahas peran bulan Ramadan dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Webinar ini menghadirkan Wiwiek Hargono Tri Adhianto, Ibu Wali Kota Bekasi yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Bekasi, serta KH. Ayi Nurdin, MH, Ketua PCNU Kota Bekasi. Diskusi dipandu oleh Hj. Nina Indriana, Ketua LKKNU Kota Bekasi sebagai moderator, dan HJ. Marlina sebagai MC.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur organisasi dan masyarakat, di antaranya pengurus TP PKK Kota Bekasi dari berbagai kelompok kerja (Pokja), perwakilan Muslimat NU baik dari tingkat PC maupun MWC di Kota Bekasi, serta pengurus Tanfidziyah dan lembaga-lembaga di lingkungan PCNU Kota Bekasi.
Dalam pemaparannya, Wiwiek Hargono Tri Adhianto menjelaskan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah secara individual, tetapi juga sebagai madrasah kehidupan yang mampu membentuk dan memperkuat ketahanan keluarga.
Menurutnya, berbagai ibadah yang dijalankan selama Ramadan dapat menjadi sarana bagi keluarga untuk menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan rumah tangga.
“Melalui ibadah di bulan Ramadan, keluarga dapat belajar nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan rumah tangga yang harmonis, tangguh, dan penuh berkah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Bekasi KH. Ayi Nurdin menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar hubungan yang dilandasi rasa suka atau cinta antara dua orang. Lebih dari itu, pernikahan merupakan janji suci di hadapan Allah yang dalam istilah agama disebut mitsaqon ghaliza.
Ia menegaskan bahwa ikatan suci tersebut harus dijaga dan dirawat dengan baik oleh pasangan suami istri agar keluarga tetap kokoh dan harmonis.
Melalui kegiatan ini, LKKNU PCNU Kota Bekasi berharap masyarakat, khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama dan para penggerak PKK, dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan ketahanan keluarga.